Sel. Mei 21st, 2019

PENGARUH EDUKASI LAKTASI MENGGUNAKAN MODUL PENGAYAAN BUKU KIA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN MAMUJU

EFFECT OF LACTATION EDUCATION USE KIA BOOK ENRICHMENT MODULE TO EXCLUSIVE BREASTFEEDING POSTPARTUM MOTHER’S  IN DISTRICT MAMUJU

Idayati1, Stang2, Saifuddin Sirajuddin3

 1Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

2Departemen Kesehatan Reproduksi dan Keluarga, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS

3Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNHAS

Alamat Korespondensi :

Idayati

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Jl. Poros Mamuju Kalukku KM 15 dusun bone-bone Mamuju Sulawesi Barat

085299418017

Email: idayati.syahruddin@gmail.com

 

 

 



ABSTRAK

 Rendahnya pengetahuan dan keterbatasan informasi di tingkat sasaran merupakan salah satu hambatan pemberian ASI Eksklusif, cara yang dapat ditempuh adalah edukasi menggunakan modul. Penelitian bertujuan untuk menilai pengaruh edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu nifas di Kabupaten Mamuju. modul pengayaan buku KIA disusun melalui FGD dan Indepth interview, intervensi menggunakan quasi experiment dengan design pre test and post test with control group. kelompok intervensi diberikan edukasi menggunakan modul pengayaan buku KIA dan kelompok kontrol menggunakan edukasi laktasi standar (buku KIA). jumlah sampel 40 responden. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap pada kelompok intervensi dengan hasil uji wilcoxon masing-masing 0,000 dan 0,001. pada kelompok kontrol 0,137 dan 0,889. Uji Chi Square dilakukan untuk melihat pengaruh edukasi laktasi terhadap praktek ASI Eksklusif, diperoleh nilai signifikan p=0,025<0,05. Pemberian edukasi menggunakan modul pengayaan buku KIA meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek pemberian ASI eksklusif ibu nifas. Edukasi Laktasi perlu dilaksanakan dengan memberikan media informasi yang dapat menjadi acuan belajar secara mandiri. Edukasi menggunakan modul pengayaan buku KIA, perlu diterapkan di wilayah lain sehingga cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat.

Kata kunci : ASI Eksklusif, Modul Pengayaan, Nifas

 

 

ABSTRACT

Lack of knowledge and lack of information on the target level is one of barriers to exclusive breastfeeding. how that can be achieved is to use education module. The study aimed to assess the effect of lactation education using enrichment module KIA book on exclusive breastfeeding on postpartum mothers in Mamuju. KIA book enrichment module was develoved through FGD and Indepth interviews, interventions using quasi experiment with the design pre test and post test with control group. the intervention group was given educational use KIA book enrichment module and control group using standard lactation education (KIA book). the sample size was 40 respondents.

there were differences in knowledge and attitude in the intervention group with the test results wilcoxon respectively 0.000 and 0.001. in the control group 0,137 and 0,889. Chi Square test was conducted to see the effect of lactation education to Exclusive Breastfeeding practice, obtained significant value p = 0,025 <0,05. Provision of education using enrichment module KIA book improve knowledge, attitude and practice of exclusive breastfeeding postpartum women. lactation education need to be implemented by media information that can be studied independently benchmark. Educational enrichment module using KIA book needs to be implemented in other areas so that coverage of exclusive breastfeeding increases.

Keywords: Exclusive Breastfeeding, Enrichment Module, postpartum

 

 

PENDAHULUAN

ASI adalah makanan paling tepat awal pertama kehidupan dan merupakan satu-satunya sumber gizi yang terbaik untuk enam bulan pertama (Lawrence and  Lawrence, 2011). Manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, dan masyarakat telah dibuktikan dengan baik (Chan, 2012), meskipun demikian prevalensi ASI eksklusif (EBF) jauh dari optimal (Suresh,Sitara dkk, 2016).

Secara nasional cakupan pemberian ASI Eksklusif tahun 2015 sebesar 55,7%, melebihi target nasional sebesar 39%, dengan kisaran cakupan antara 26,3% (Sulawesi Utara) sampai 86,9% (Nusa Tenggara Barat). Adapun cakupan pemberian ASI Eksklusif 2014 sebesar 52,3%, namun masih jauh dari target nasional sebesar 80%. (Kemenkes, 2016).

Data Cakupan ASI Eksklusif di tingkat Provinsi Sulawesi Barat tahun 2015 adalah sebesar 44,78% mengalami penurunan dari cakupan tahun 2014 sebesar 52,66%. Tertinggi di Polewali Mandar sebesar 55,48% dan terendah di Kabupaten Mamuju 30,49% (Dinkes Provinsi Sulbar, 2014; Dinkes Provinsi Sulbar, 2015).

Pemberian ASI eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan. Sebanyak 31,36% dari 37,94% anak sakit, karena tidak menerima ASI Eksklusif, dan pada pengaruh yang lebih luas Tidak menyusui berhubungan dengan kehilangan nilai ekonomi sekitar $302 milyar setiap tahunnya atau sebesar 0-49% dari Pendapatan Nasional Broto (Lancet, 2016).

Mayoritas ibu sangat menyadari manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi. Namun, hanya sedikit ibu yang meneruskan pemberian ASI eksklusif selama empat minggu postpartum. Lebih lanjut ditemukan hampir setengah dari ibu berhenti menyusui pada akhir minggu kedua, (Gammon, Lynsey.2013). Hasil Penelitian Habta (2016) menemukan bahwa mayoritas ibu tahu tentang pemberian ASI eksklusif dan memiliki sikap positif terhadap pemberian ASI eksklusif tapi tidak mengetahui durasi yang direkomendasikan atau tidak mengetahui bahwa pemberian ASI eksklusif mencukupi kebutuhan bayi selama enam bulan.

Hasil penelitian dari Leurer (2015) tentang analisis kesenjangan informasi pada ibu menyusui menemukan bahwa informasi dan bimbingan panduan menyusui sangat dibutuhkan ibu termasuk manajemen pasokan ASI, frekuensi dan durasi menyusui, perlekatan yang tepat dan posisi menyusui, perawatan puting, pumping, kebutuhan gizi, dan informasi yang realistis mengenai masalah menyusui umum lainnya. Penelitian Tella, dkk (2016) membuktikan bahwa pemberian edukasi pada aspek dimana pengetahuan responden sangat kurang seperti pengetahuan mengenai menyusui secara eksklusif, bagaimana perlekatan bayi, dan posisi ibu menghasilkan praktek menyusui secara eksklusif yang lebih baik.

Menurut Kementerian Kesehatan (2015), Pendidikan antenatal melalui pemberian buku KIA telah dilakukan pada kelas ibu hamil, namun kenyataannya target Pemberian ASI Eksklusif yang sudah disepakati belum mampu dicapai yaitu 80%. Kesadaran Ibu untuk mengikuti pelaksanaan Kelas Ibu hamil masih sangat rendah. sehingga persyaratan ibu hamil untuk dinyatakan lulus standar kelas ibu hamil (empat kali pertemuan, satu diantaranya beserta suami) sangat susah terpenuhi. Kesulitan pelaksanaan kelas Ibu hamil Kabupaten Mamuju juga dipengaruhi kurangnya pendanaan, sehingga dengan demikian edukasi laktasi dalam kelas ibu hamil sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA terhadap pengetahuan, sikap dan praktek pemberian Asi Eksklusif di Kabupaten Mamuju.

 



METODE PENELITIAN

Lokasi dan Jenis Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Mamuju yaitu di wilayah kerja Puskesmas Binanga sebagai daerah intervensi dan Puskesmas Rangas sebagai daerah kontol. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental Quasi experimental dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu pre-post test with control group design. Tes dilakukan sebelum dan sesudah intervensi Modul pengayaan buku KIA. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017 – Januari 2018.

Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang tinggal di Mamuju berjumlah 678 orang.

Sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow. Setelah melakukan perhitungan, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling.

Kriteria inklusi Ibu hamil Trimester III kehamilan 7-8 bulan, Ibu hamil yang belum pernah memberikan Asi Eksklusif pada anak sebelumnya dalam hal ini ibu yang hamil anak pertama secara otomatis dapat menjadi sampel dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi tidak dapat membaca, berencana melahirkan dan atau berpindah ke luar dari lokasi penelitian.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu kuesioner.

Analisis Data

Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS dengan distribusi frekuensi dan uji wilcoxon signed ranks test dan uji chi square

 



HASIL PENELITIAN

Tabel 1 menunjukkan bahwa berdasarkan karateristik demografi responden, pada kelompok intervensi didominasi oleh kelompok umur 20 – 35 tahun sebanyak 80%, dengan pendidikan mayoritas SMP dan SMA masing masing sebanyak 40%. dengan pekerjaan responden mayoritas sebagai Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 85%. Kelompok kontrol melibatkan responden kelompok umur 20 – 35 tahun sebanyak 70%, dengan pendidikan mayoritas SMP dan SMA masing masing sebanyak 31%. Adapun pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 77,5%.

Tabel 2 hasil uji wilcoxon menunjukkan ada perbedaan pengetahuan dan sikap yang signifikan pada kelompok intervensi setelah dilakukan edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA dengan masing-masing 0,000 dan 0,001, dengan rata rata peningkatan pengetahuan dan sikap sebesar 31,39% dan 10,97% . Pada kelompok kontrol diperoleh hasil uji pengetahuan dan sikap   0,137 dan 0,889 yang bermakna tidak signifikan. pengetahuan mengalami peningkatan sebesar 6,70% sedangkan sikap tetap (tidak mengalami perubahan).

Tabel 3 menunjukkan hasil Praktek Pemberian ASI Eksklusif tertinggi pada kelompok yang telah diintervensi menggunakan modul pengayaan buku KIA sebanyak 75% dibanding responden pada kelompok kontrol sebesar 35%. Dari Hasi Olah Uji Chi square, diperoleh nilai p value < 0,005, yang bermakna signifikan sehingga ditarik kesimpulan ada perbedaan praktek pemberian ASI eksklusif antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada ibu nifas minggu kedua postpartum.

 

 



PEMBAHASAN

Berdasarkan uji willcoxon, hasil penelitian menemukan bahwa   ada perbedaan secara signifikan pada pengetahuan dan sikap sebelum – sesudah edukasi laktasi pada kelompok intervensi dengan nilai p untuk pengetahuan p <0,001 sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diintervensi sama sekali p=0,137 yang berarti terjadi perubahan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA dilaksanakan.

Meningkatnya rata-rata skor pengetahuan setelah edukasi laktasi menggunakan modul sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian Bennis, Amina, 2017 menemukan bahwa pemberian alat edukasi ASI eksklusif yang disertai dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya pemberian asi eksklusif menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan kelompok yang hanya diberikan alat edukasi gizi (p =0,002). hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Dian Ramawati.,dkk (2013) yang menemukan hubungan yang sangat bermakna antara penggunaan modul dengan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi pasca melahirkan (p = 0,000) dan efektivitas penggunaan modul dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi pasca melahirkan sebesar 75%.

Menurut WHO, Edukasi menyusui adalah pemberian informasi tentang pemberian ASI yang diberikan sebagai bagian dari standar pelayanan antenatal care, mencakup sesi pendidikan perorangan atau kelompok yang dipimpin oleh konselor sebaya atau petugas kesehatan terlatih, yang dapat pula berupa kunjungan rumah, konsultasi laktasi, distribusi bahan cetak / materi tertulis, demonstrasi video dan penyertaan calon ayah dalam kegiatan belajar (Willumsen, 2013).

Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik. Namun, persentase ibu yang memulai menyusui dini, memberi kolostrum, mempraktekkan pemberian makan sesuai permintaan dan berniat terus menyusui tetap harus ditingkatkan (Hanafi MD, at al. 2015) Pendidikan pasien dan persiapan untuk keberhasilan menyusui harus terjadi sebelum dan selama kehamilan. Hal hal yang mendukung pemberian ASI Eksklusif seharusnya dipromosikan dengan sangat giat (Holmes,2013).

Edukasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemberian informasi tentang pemberian ASI Eksklusif, yang disertai dengan pemberian modul pengayaan Buku KIA tentang ASI eksklusif kepada ibu agar setelah edukasi, Ibu secara sadar tergerak belajar secara mandiri mengenai dasar dasar menyusui. Modul Pengayaan buku KIA disusun sederhana dan dikemas semenarik mungkin, dengan harapan agar ibu tertarik untuk membaca dan mempelajarinya secara mandiri, dengan demikian pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif semakin meningkat.

Sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek dan merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak (Azwar, 2010) Sikap yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah perasaan ibu terhadap pernyataan mengenai ASI eksklusif mengenai dasar dasar menyusui, mitos, perbandingan dengan ASI dan Susu formula.

Teori Rosenberg menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan secara konsisten. Bila komponen kognitif (pengetahuan) berubah maka akan diikuti pula dengan adanya perubahan sikap (Azwar.S, 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan responden setelah edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA menunjukkan peningkatan sikap dengan hasil uji statistik willcoxon p= 0,001,   p < 0,05 yang berarti ada pengaruh edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA terhadap sikap responden sebelum dan sesudah edukasi laktasi sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak dilakukan intervens tidak mengalami perubahan sikap p=0,889.

Sejalan dengan penelitian sebelumnya, Higgins dkk (2016) menemukan bahwa modul kesehatan mental perinatal efektif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa bidan mengenai ibu dengan isu kesehatan mental. Jumiati dkk, (2014) tentang pengaruh modul terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek kader dalam upaya pemberian asi eksklusif juga menunjukan terjadi peningkatan skor pengetahuan, sikap dan praktek kader pada kelompok perlakuan setelah diberi intervensi, sedangkan untuk kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek kader.

Tujuan dilakukannya edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA adalah menanamkan dasar pengetahuan dan pemahaman yang benar dengan harapan minimal mampu membawa perubahan sikap kearah positif. Edukasi Laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA dilakukan dengan metode dua arah, dengan membahas mitos, fakta, apa dan mengapa harus ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar dan testimoni keberhasilan ASI eksklusif. Dikemas secara santai mempertimbangkan kenyamanan ibu hamil, dan setiap saat ibu bisa bertanya bila ada penjelasan yang kurang.

Uji Chi Square dilakukan untuk melihat pengaruh edukasi laktasi terhadap praktek ASI Eksklusif, diperoleh nilai signifikan p=0,025<0,05 yang berarti ada pengaruh edukasi laktasi menggunakan modul pengayaan buku KIA terhadap praktek pemberian ASI eksklusif.

Pengetahuan merupakan salah satu dasar pembentukan sikap. Pembentukan sikap terutama terjadi karena edukasi disamping adanya pengalaman pribadi, pengaruh kebudayaan, media massa dan emosional seseorang, Azwar (2008). Hasil penelitian Handayani L, Kosnin AM, Jiar YK. 2012, Sikap secara signifikan mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif (beta= .17; p= .01). Ibu dengan sikap positif tinggi terhadap menyusui juga akan terlibat dalam praktik pemberian ASI yang lebih tinggi.

Edukasi menggunakan modul bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memperkuat pembentukan sikap positif responden, sesi edukasi tidak hanya menyajikan sebatas teori saja tapi responden disajikan testimony keberhasilan ASI. Model yang ditampilkan pada kondisi yang lebih susah dan lebih berat dibandingkan dengan kondisi umum responden dan yang lebih menguatkan dan meyakinkan responden, dimana model praktek keberhasilan ASI adalah dari pemateri sendiri.

Edukasi kesehatan meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek. Pengetahuan merupakan stimulus pembentukan sikap, sedangkan sikap adalah bentuk perilaku tertutup terhadap   pelaksanaan tindakan. Pengetahuan yang cukup merupakan intermeadite determinan perilaku pemberian ASI Eksklusif yang dapat mengarahkan ibu mengambil keputusan yang tepat untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Pengetahuan yang baik mendorong pembentukan   sikap positif lebih baik dan pada akhirnya dapat mendorong responden untuk mewujudkan praktek yang lebih baik.

 



KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan dan sikap responden tentang pemberian asi eksklusif setelah diberikan modul pengayaan buku KIA. Modul pengayaan yang disusun secara menarik dengan mengangkat topik tentang asi eksklusif secara santai dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian asi eksklusif. Semua ibu yang memperoleh modul, dapat mempelajari tentang pemberian asi eksklusif secara mandiri karena modul telah disusun untuk dapat memuat semua materi secara sederhana dan mudah dipahami.

DAFTAR PUSTAKA

 

Azwar, Saifuddin. (2010). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, 2008. Perbedaan Efektifitas Metode Demonstrasi dengan pemutaran video tentang pemberantasan DBD terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak SD di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia,Vol.2.2:115-129

Bennis, Amina et.al, 2017. Impact of Educational Materials on the Duration of Exclusive Breastfeeding Assured by Women Who Delivered at the Souissi MaternityHospital in Rabat. Open Journal of Obstetrics and Gynecology, 2017 , 7, 1300-1318

Chan Man Yi et.al, 2012. The effectiveness of breastfeeding education on maternal breastfeeding self-efficacy and breastfeeding duration: a systematic review. JBI Database of Systematic Reviews and Implementation Reports: 2011 – Volume 9 – Issue 64 – p 1–24 doi: 10.11124/jbisrir-2011-348 Systematic Review Protocol

Dinkes Provinsi Sulbar (2015). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2014. Mamuju: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Dinkes Provinsi Sulbar (2016). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2015. Mamuju: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Gammon, Lynsey. (2013). Breastfeeding in Utah: Initiation, Continuation, and Barriers A Pregnancy Risk Assessment Monitoring System Report – February http://www.health.utah.gov/mihp/pdf/Breastfeeding%20Report.pdf

Habta, et al. (2016). Knowledge, attitude and practice towards exclusive breastfeeding among lactating mothers in Mizan Aman town, Southwestern Ethiopia descriptive cross sectional study. International Breastfeeding Journal, 2016: 11:3.

Hanafi MD. et al (2014) . Impact of health education on knowledge of, attitude to and practice of breastfeeding among women attending primary health care centres in Almadinah Almunawwarah, Kingdom of Saudi Arabia: Controlled pre–post studyJournal of Taibah University Medical Sciences Volume 9, Issue 3,  Pages 187-193

Handayani L, Kosnin AM, Jiar YK. (2012). Breastfeeding Education in Term of Knowledge and Attitude through Mother Support Group. Journal of Education and Learning. Vol.6 (1) pp. 65-72

Higgins, Agnes et all. 2016. Impact of perinatal mental health education on student midwives’ knowledge, skills and attitudes: A pre/post evaluation of a module of study. Nurse Education Today 36 (2016) 364–369

Holmes, Alison. (2013). Establishing Succesful Breastfeeding in the Newborn Period. Pediatr Clin N Am, 60. 147-168.

Jumiyati, Nugrahaeni, Margawati. Ani, (2014). Pengaruh Modul Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Praktek Kader Dalam Upaya Pemberian Asi Eksklusif . Gizi Indon 2014, 37(1):19-28

Kemenkes. (2016). Profil Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Sekertariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

Lawrence,  Lawrence. (2011). Breastfeeding: More Than Just Good Nutrition. Pediatrics in Review, July 2011, Vol. 32 / Issue 7.

Leurer, et al. (2015). “Be positive as well as realistic”. A qualitative description analysis of information gaps experienced by breastfeeding mother. International Breastfeeding Journal. 2015. 10.10.

Lancet. (2016). Breastfeeding series – https://www thelancet.com/’’series/breastfeeding 22 Januari 2017

Ramawati, Dian.2013. Efektivitas Modul Untuk Manajemen Laktasi Pasca Melahirkan Effectiveness Of Lactation Management Module For Post Partum. Jurnal Kesmasindo, Volume 6, Nomor 2, Juli 2013, Hal 116-124

Tella, et al. (2016). Knowledge, attitude and practice of techniques of breast feeding among postnatal mothers in a coastal district of Karnataka. International Journal of Medical Science and Public Health. 2016. Vol. 5. Issue 01.

Willumsen, Juana .(2013). Breastfeeding education for increased breastfeeding duration. Biological, behavioural and contextual rationale. WHO Department of Nutrition for Health and Development.

 

 

 

Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Kabupaten Mamuju Tahun 2018

Karateristik Demografi Jenis Responden Total
Intervensi Kontrol
n % n % n %
Kelompok Umur Ibu
< 20 tahun 1 5.0 5 25.0 6 15.0
20 – 35 tahun 16 80.0 14 70.0 30 75.0
> 30 tahun 3 15.0 1 5.0 4 10.0
Pendidikan Terakhir
Tidak Sekolah 2 10.0 2 10.0 4 10.0
SD 1 5.0 5 25.0 6 15.0
SMP 8 40.0 4 20.0 12 30.0
SMU 8 40.0 8 40.0 16 40.0
PT 1 5.0 1 5.0 2 5.0
Pekerjaan
IRT 17 85.0 14 70.0 31 77.5
Wiraswasta 1 5.0 2 10.0 3 7.5
Honorer Pemerintah 2 10.0 3 15.0 5 12.5
PNS 0 .0 1 5.0 1 2.5
Total 20 100.0 20 100.0 40 100.0

 

 

Tabel 3. Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Pemberian ASI Eksklusif Menggunakan    Modul Pengayaan Buku KIA Kabupaten Mamuju Tahun 2018

Pengetahuan Sikap
Intervensi Kontrol Intervensi Kontrol
Pre Post pre post Pre Post Pre Post
Minimum 5 15 4 6 39 44 40 38
Maximum 18 20 17 18 56 59 49 55
Mean 12.35 18 10.45 11.2 45.85 51.5 44.45 44.45
Median 13 18 10.5 11 45.5 51 44 44
Std. Deviation 2.834 1.214 3.441 3.037 4.671 4.359 2.564 4.861
p value 0,000 0,137 0,001 0,889

 

 

 

Tabel 3.        Pengaruh Edukasi Laktasi terhadap Praktek Pemberian ASI Eksklusif pada ibu Nifas di Kab. Mamuju Tahun 2017-2018

 

    Kelompok Responden Total p
    Intervensi Kontrol
n % n % n %
Praktek ASI Eksklusif Ya 15 75,0 7 35,0 22 55.0 0,026
Tidak 5 25,0 13 65,0 18 45,0
Total 20 100 20 100,0 40 100,0