Sel. Mei 21st, 2019

Pengalaman, Tips and Trik Menghadapi Interview Beasiswa Fulbright 2018


Space Ads
close





Rekan-rekan,

saya harap beberapa tips ini bisa bermanfaat bagi mereka yang akan bersiap2 untuk interview Fulbright, maupun mencoba melamar beasiswa Fulbright untuk periode berikut. Oh ya, beasiswanya ‘Fulbright’ dengan 1 l, bukan ‘Fullbright’. Ini saya ambil dari korespondensi dengan seorang rekan laskar beasiswa:



1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?

>> Interviewnya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.

close



2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?

>> Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.

3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini? Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.



>> Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.

4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)

>> Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fulbright.
Untuk mengetahui pengalaman seleksinya Silahkan menuju ke sini